A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Division by zero

Filename: public/Readmore.php

Line Number: 37

Backtrace:

File: /home/smkn1p09/public_html/websmk/application/controllers/public/Readmore.php
Line: 37
Function: _error_handler

File: /home/smkn1p09/public_html/websmk/index.php
Line: 315
Function: require_once

Pemkab Pandeglang Targetkan Tahun Depan 50 Persen SMA Sederajat Gunakan UNBK | SMKN 1 PANDEGLANG - BANTEN

SMKN 1 PANDEGLANG - BANTEN

Jl. Raya Labuan Km. 05 Kadulisung,Kaduhejo, Pandeglang 42253

SMK Bisa SMK Hebat

Pemkab Pandeglang Targetkan Tahun Depan 50 Persen SMA Sederajat Gunakan UNBK

Senin, 04 April 2016 ~ Oleh Rusman Hendro Susanto ~ Dilihat 174 Kali

PANDEGLANG, BantenHeadline.com – Pemerintah Kabupaten Pandeglang menargertkan pada tahun depan, setengah dari total SMA sederajat di Pandeglang bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Karena dari 188 sekolah tingkat atas, baru 14 yang bisa menyelenggarakan UNBK.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita saat melakukan pemantauan pelaksanaan UNBK di SMK Negeri 1 Pandeglang mengatakan, tahun ini penyelenggara UNBK telah mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Dimana pada tahun 2015, hanya ada 5 sekolah yang melaksanakan ujian berbasis online.

“Kalau dilihat, dari 188 sekolah, yang berbasis komputer baru 14. Berarti hutang kita masih banyak,” kata Irna usai memantau pelaksanaan UNBK di SMKN 1 Pandeglang, Senin (04/04).

Maka nantinya, Pemkab akan mendorong pemerintah pusat dan provinsi agar mengucurkan bantuan dalam penyediaan sarana penunjang UNBK. Kebijakan pendidikan menengah yang akan diambil alih oleh pemerintah tingkat provinsi, diharapkan menjadi stimulus agar Pemprov lebih respon terhadap kebutuhan di daerah.

“UNBK kan program nasional, jadi nanti kita akan coba mendorong pusat dan provinsi biar mengucurkan bantuan untuk penambahan fasilitas,” tuturnya.

Menurut Bupati, penyelenggaraan UNBK dinilai efektif dalam menekan biaya. Karena dengan komputer, pengerjaan ujian jadi lebih mudah dan tidak memakan waktu.

“Memang lebih mudah kalau berbasis teknologi. Waktunya lebih mudah dengan IT. Selain itu mengedepankan kejujuran juga. Jadi siswa diajarkan untuk membangun rasa kepercayaan diri,” jelas mantan Anggota DPR RI itu. (Red/02)

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT